Kamis, 09 Juli 2015

Tua Itu Pasti , Dewasa Itu Pilihan !!!

Aku menganggapmu sebagai seorang kakak yang harus aku hormati.
Tapi aku tak tahu kau menganggapku apa.
Aku menganggapmu sebagai seorang pilot yang bisa mengendalikan rumah ini. Setelah bapak mempunyai kemudi baru yang harus ia setir.
Tapi aku masih bingung apakah kau sadar bahwa dirimu sekarang aalah seorang pilot yang harus mengarahkan bagaimana agar perjalanan hidup kita tidak terjatuh. Atau kau memang tak mampu melakukannya.
Aku tetap menghormatimu , walau sesekali rumah kita  goyah terhantam cobaan.
Aku sangat menginginkanmu menjadi seorang kakakku sekaligus kepala keluarga yang bisa memimpin, yang bisa mengarahkan , dan bisa mengayomi. 
Tapi kau tetap melakukan apapun sesukamu. 
Apakah kau pernah menganggapku sebagai adikmu tyang harus kau jaga?
Aku ingin mencontohmu dengan bangga tentang hal baikmu, tapi apa yang bisa kupetik darimu?
Aku hanya bisa menemukan keegoisanmu.
Kau sudah 27 tahun , dan kau masih sibuk dengan gadjet mu. kAU BEKERJA DAN UANGMU UNTUK KESENANGANMU semata. Lalu kau selalu mengeluh bahwa kau tak punya uang. 
Kau tahu kenapa? karena uangmu untuk satu bulan namun kau habiskan dalam satu hari. 
Kau sudah 27 tahun dan kau masih sibuk beli ini itu yang tidak terlalu penting . 
Apakah kau pernah memikirkan untuk memperbaiki rumah yang semakin hari semakin lapuk? Kau bilang ingin menikahi pacarmu? Andaikan aku bisa berteriak lancang, aku ingin bicara padamu bahwa apakah pacarmu mau dinikahi dengan orang yang hanya bisa mementingkan pribadimu sendiri?
Yang kau lakukan , bekerja ttidur , bekerja tidur, maen dan selalu begitu . Kapan kau akan dewasa? Kau tidak bisa memikirkan bagaimana mengurus rumah.
Kalau saja aku dapat berbicara didepanmu , namun aku tak bisa karena ku hormati kau sebagai kakak yang telah dewasa. INGAT!!! Kau adalah seorang LELAKI. menjadi seorang kakak saja kau seperti tidak mengerti bahwa kau seorang kakak. Apalagi sebagai seorang kepala keluarga?
Mungkin aku saja yang terlalu berharap untuk diperhatikan layaknya seorang adik . 
Oleh karena itu aku mencoba untuk mendewasakan diri. 
Tahukah kau, menjadi dewasa itu butuh proses yang MENYAKITKAN.  
kapan kau akan dewasa? Dewasalah sejak hari ini karena menjadi dewasa sangat menyakitkan. Kau harus sadar, teman seusiamu masih punya ibu yang bisa mengurus , melakukan semuanya , menyiapkan segala hal untuk anaknya, mulai dari makan , membersihkan rumah . Dan mereka ( temanmu) punya ayah yang bisa mengurus keadaan rumah , memperbaiki rumah, .
Dan ingatlah keaaan kita berbeda , apakah kau sebagai lelaki tiak malu , kau bekerja namun kau tak membangun rumah? apakah kau sebagai lelaki tidak bisa memperbaiki rumah peninggalan ibumu? apa kau berfikir akulah yang akan memperbaikinya? Sungguh aku masih tidak mengerti jalan pikiranmu .
Aku kasihan melihat bapak bekerja keras demi kita , tapi kita belum bisa menghasilkan apa - apa, karena aku masih sekolah, sedangkan kau? 
DEWASALAH KAK ? KAU SUDAH TUA .
Tinggal berdua sama kakak cowok itu rasanya cenut cenut di Ati. Kadang ngenest nya setengah idup .
Setelah ibu meninggal dan bapak tinggal bersama istrinya, Aku dan mas Latif (kakak ku) tinggal bersama. Dia berumur 27 tahun dan belum menikah. Dia bekerja di salah satu pabrik di dekat rumah . Aku sangat sayang sama dia, walau bagaimana pun juga dia kakak ku . Sangat munafik kalo aku bilang benci , dan benci hanya akan merusak hidupku sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar