Senin, 17 Agustus 2015

I have so much to say but youre so fa away

Tidak terasa kurang lebih 3 tahun aku ditinggalkan olehmu . Otakku terasa penuh , banyak hal yang ingin aku ceritakan.
Hatiku selalu luluh saat otak ini  tak kuasa teringat tentangmu , air mataku pun tak dapat terbendung. 
Wahai engkau manusia bersahaja, aku mengerti kau terlalu sakit untuk tetap ada disini...
Setelah kau tiada ,baru aku  paham bagaimana penderitaanmu selama 3 tahun kau  perangi sakitmu ..
aku yang bodoh, selalu merengek  tak dapat mengerti bahwa aku beda dari yang lain..
aku pada dasarnya adalah sama , manusia biasa yang diwajibkan untuk berharap kepada-MU ..
Sampai saat ini aku belum bisa buktikan bahwa aku didesain lebih kuat dari yang lain. Baru aku percaya ketika kehidupan yang aku alami adalah atas dasar kuasaMu , dan Ibu????? sekarang aku sadaar betapa kesepiannya dirimu ketika anak - anakmu sibuk dengan waktu bermainnya, bapak selalu bekerja . Dan engkau menanggung beban pedih kebutuhan kami dan kau slalu menutupinya.
Sekarang aku mulai mengerti .
Engkau perempuan tangguh ,  bagaimana kau disana sekarang ? entah kau dimana ? aku slalu ingin bercerita entah bagaimana caranya .
Aku slalu berharap Allah selalu baik kepadamu ibu ..
Apa harpaanku ini  nyata, ENTAH MENGAPA AKU YAKIN KAU BAHAGIA DISANA. .
Aku seperti gila saat aku terlalu merindukanmu sampai - sampai aku demam tinggi .
Hidup ini terlalu sepi untuk aku lalui sendiri , jariku terus berirama tentang kesepian .
Sngat berbeda saat kau masih ada disini, keluarga kita utuh dan diidamkan oleh beberapa orang yang tahu tentang kita. Sekarang tidak lagi , keluarga ini sangat sunyi. Yang ada aku berjalan sendiri tanpa pegangan,  anpa kau kompas yang slalu menuju hal baik untuk ku berjalan.
Bapak ada tanggungjawab yang harus dia emban sebagai suami dia seorang yang pernah kita benci karena menghancurkan rumah tangga kita. 
Masih banyak yang aku katakan , dongeng sebelum aku tidur , banyak cerita yang masih ingin aku luapkan , namun dirimu tlah tiada ,,