Hari - hari tanpa cobaan itu seperti makan tanpa garam .
Seperti makanan , Gula adalah pemanis yang pas untuk melengkapi rasa suatu makanan ,dan pedas seperti menakutkan dilidah ,kadang makanan yang pedas akan terasa lebih nikmat, tergantung cara kita menikmatinya, begitulah makanan .
Begitu juga dengan hidup , manisnya pujian adalah pelengkap dalam hidup begitu pula dengan cacian, kadang cacian itu juga akan terasa lebih indah ketika cacian itu dapat menjadi motivasi.
Setelah curhatanku yang mengesalkan kemarin, aku mencoba bercerita kepada seorang yang kunamakan bapak . Yeah , ada sebuah fakta unik yang baru ku sadari , dimana kata bapak membuka cara pandangku terhadapa seseorang . Nikmati lah kehidupan ini, sulit itu memang suatu kewajaran , jadi easy going aja ya dan tetap berpacu dalam melodi. Yes , bapak yang tamatan SMP ternyata bisa bahasa inggris juga :D .
"Bagaimana rasanya pak, kalau setelah mencuci karpet begitu beratnya, mencuci tikar begitu lebarnya , mencuci sajadah secara bersamaan didepan rumah itu dilakukan secara individu?" omelanku kepada bapak saat pulang kerja.
" Hmmm" jawaban singkat padat dan nggak jelas dari bapak.
"Bersih-bersih rumah sendirian dan Mas Latif hanya sibuk dengan COC dan Get Rich nya? Capek nya di ati pak . Kok bisa - bisa nya nggak peka gitu?sampe- sampe pas nggak bisa njemurnya karena berat aku minta tolong mbak siti ( tetanggaku) yang baik hati" Lanjutku penuh kekesalan.
" kamu ngerjain sesuatu nggak dibantuin gitu aja atimu udah mendegel (kesal/ geram) kan nduk?. Coba pikirkan ini, perasaan orang tua ketika seorang anak menginginkan sesuatu kepada orang tua, dan posisi orang tua belum bisa menuruti nya? disini bukan hanya satu orang yang menangis, orang tua mana yang tak ingin anaknya bahagia. Sekalipun pekerjaan mereka (orang tua) tak dibantu, tapi ketika anak meminta sesuatu. Disitulah sesuatu yang menyakitkan bagi orang tua yang belum bisa memenuhi keinginan anaknya. Anaknya pun akan merasa sakit. " sahut bapakku tenang.
"Hmmm" aku kehabisan kata- kata seperti SKAK MATCH (istilah dalam catur).
"Jadi itulah waktumu untuk lebih mendewasakan diri, jangan terlalu berharap seseorang akan menggenggam tanganmu, terus dewasakan cara berpikirmu , mungkin kakak mu memang begitu orangnya, taraf kedewasaannya baru segitu. Tak usah terlalu memikirkan yang menghalangi semangatmu. Kakak mu itu kalau dinasehati/ atau dikasih tahu malah ngambek, jadi yauhdah kamu teko tenang aja nduk" Pembicaraan bapak semakin panjang .
Dari situlah aku mulai berpikir bahwa hal kecil yang membuatku menangis tidak lebih berat yang akan kualami kelak di depan . Pasti ada sesuatu lainnya yang manis dan pedasnya, nikmati saja . Masih banyak yang menggenggam tanganmu . Dan tetap jadi yang sederhana dan rendah hati .
Ketika melakukan hal berat, ingat orang orang yang ada untukmu, bukan malah mengingat orang yang acuh kepadamu, seperti apa yang telah aku lakukan, aku terlalu memikirkan kakak ku yang tak mau membantu , bukan malah bersyukur kepada orang yang telah membantuku (mbak siti-tetanggaku).
Fokuslah pada hal positif
Semoga bisa mengubah cara pandang kita untuk menikmati hidup .
be cause everythings gonna be okay
be cause everythings gonna be okay
0 komentar:
Posting Komentar