Selasa, 07 Juli 2015

Bye Bye semester 4 ku Part 2

                  Hay pembaca, mau nglanjutin kisah kemarin nih, buka bersama yang aku omongin kemarin tidak sesuai rencana, hanya beberapa saja yang datang, tapi dosennya lumayan lah banyak yang dateng. Embh , kenapa sosialisasinya kok susah ya? padahal sudah di GRATISkan . Tinggal beragkat saja kok ya masih keberatan . Membahagiakan orang lain ternyata susah ya? walaupun itu hal yang kecil. Semangat untuk kakak panitia yang sudah berusaha memberikan ruang untuk kami berdilaturahmi dan berdiskusi bersama dosen FE ummgl . Maaf ya nggak bisa nampilin foto , hp yang kurang mendukung membuat itu suatu keterbatasan. Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan, namun suaraku tidak dapat keluar, bibirku terkunci rapat- rapat bahkan posisi dudukku berpindah kebelakang . Mungkin ini tidak terlalu penting dan berdampak , tapi jika kalian memahamoi maksudku, pasti akan sangat berdampak .
  1. Apa kuliah hanya sekedar resume?Hampir setiap mata kuliah selalu meresume (rangkum/ meringkas). Kita dituntut mengerti dengan bukti tertulis yang banyak kemungkinan,  kita hanya menulis tanpa mengerti maknanya. Penilaian dari tulisan itu pun ambigu , belum tentu yang rapi dan tulisan banyak dijamin mengerti materi itu, bisa saja yang telah mengerti adalah seseorang yang sangat malas menulis? bukan menulis dalam arti kosong (negatif), malas disini adalah , hanya resume tanap memberikan suatu contoh sebagai bukti sama saja kita dituntut untuk mengetahui sesuatu namun kita hanya bisa diam dan tidak melakukan sesuatu. Ibarat , aku mengetahui bahwa jika orang membuang sampah sembarangan akan menyebabkan banjir, namun kita tidak menganalisis siapa yang menyebabkan banjir , dan bagaimana menanggulanginya. Maka dari itu sebuah teori tidak berguna dan dianggap sebagai formalitas saja karena tidak biasa di praktekkan. Menyangkut hal tadi, alangkah baiknya jika kita tidak sekedar resume, tapi menganalisis atau memberi contoh kongkritnya. Misal saja membedakan laporan keuangan menurut IFRS dan US GAAP , atau laporan perusahaan yang dianalisis , setidaknya itu menambah pengetahuan kita di dunia nyata, buka sekedar wacana buku saja :)
  2. Belum sempat memahami sudah mendapat tugas yang lain. Sudah biasa rasanya kalau kuliah disibukkan dengan tugas sampai lupa bagaimana caranya memahami mata kuliah itu . Kendala ini disebabkan oleh presentasi, resume disetiap pelajaran. Yang merepotkan lagi kalau  kita harus presentasi secara acak , sehingga kita membuat presentasi disetiap pertemuan, OH NOOO , itu sangat menyebalkan. Namun ada beberapa dosen yang bijaksana, setiap kelompok harus mengumpulkan presentasi diawal pertemuan agar tidak terbebani , dana mengumpulkan makalah setiap minggunya perkelompok, nah makalah ini bisa dijadikan strategi, setiap minggu makalah dibuat secara bergiliran, jadi terkadang makalah yang dibuat , nama yang tercantum cuma numpang nama, namun secara keseluruhan kita tetap bekerja sama. 
  3. Diskusi tidak jelas dan ambigu. Diskusi di kelas ada beberapa model , ada yang presentasi setiap kelompok, ada yang dibagi perkelompok melingkar dan berdiskusi bersama dosen langsung dan berinteraksi, ada yang hanya mendengarkan dosen menerangkan . Nah model yang pertama standar kampusku lah ya , presentasi perkelompok lalu mengajukan beberapa rekomendasi pertanyaan. Nah terkadang buku yang kita adalah terjemahan , itu memberikan kendala tersendiri bagi kami karena bahasa yang sulit dimengerti apalagi kalau basic SMA nya tidak sama dengan mata kuliah yang diambil.Alhasil kami presentasi sebisa kami bahkan terkadang hanya bisa membacakan yang ada di slide, tidak bisa memberikan pandangan lurus yang membuat audience mengerti , pertanyaan yang dibuat pun terkadang pun tidak nyambung dengan materi , karena itu ada seorang dosen yang menganjurkan membuat pertanyaan sebelum presentasi agar pertanyaan dan jawaban sinkron tanpa membutuhkan waktu yang lama dengan harapan hemat waktu tapi mengeti tentang materinya, namun ini dimanfaatkan oleh mahasiswa agar mendapat nilai belak.Tidak peduli pertanyaan itu akan berdampak mengenai pertambahan ilmu kita atau tidak. Lanjut ke model kedua , Diskusi seperti ini menurut saya lebih efektif karena dosen dan mahasiswa sama - sama aktif . Dosen mengarahkan sampai mahasiswa mengerti dan menuntut mahasiswa untuk berpendapat dan berdiskusi setiap kelompok , dengan tukar pikiran seperti itu mahasiswa lebih mudah mengerti dan tidak canggung ataupun malu saat berpendapat, karena jika salah akan bertukar pikiran dengan temannya secara nyata.Namun model seperti ini masih sangat minim di lakukan oleh dosen lain. Model yang ketiga, komunikasi satu arah , hanya dosen yang menerangkan lalu memberikan tugas , oh no ini cara mengajar anak SD  .  Sekarang hampir tidak ada yang memakai cara ini. 
  4.  Yang lain belum terpikirkan , 

Namun hami percaya, jika mahasiswa dan dosen sama - saa konsekuen selama proses mengajar dan berkomitmen untu memintarkan dan  untuk dipintarkan . Pasti akan terkondisi dengan baik , dosen yang baik adalah sumberilmu bagi mahasiswa nya , jika mahasiswa bertanya, jawablah, jangan balik mahasiswanya yang disuruh untuk membuka buku ini itu. Setidaknya jawaban bissa ditunda dan dosen lebih bijaksana jika berusaha mencari tahu, bukan asal jawab. Karena mahasiswa butuh kepastian. Dan mahasiswa harus menghormati dosennya , karena banyak ilmu yang ingin digali dari para dosen , kondisikan agar kelas menjadi menyenangkan , bukan menegangkan.

0 komentar:

Posting Komentar